“Ayam jantan merokok”

30 11 2005

Adalah sebuah tradisi di dataran Flores Timur dalam meminang seorang gadis. Pihak keluarga calon mempelai laki-laki diharuskan membayar “belis” (baca = mas kawin), yang tentu saja jumlah besarnya tergantung permintaan keluarga perempuan dan juga setelah ada hasil negosiasi dari kedua pihak keluarga. Nah foto diatas, Ayam jantan dengan rokok di paruhnya adalah salah satu syarat hantaran saat keluarga calon mempelai laki-laki membayar belis (baca = mas kawin) ke pihak keluarga calon mempelai perempuan. “Ayam jantan merokok” hanya boleh dimakan oleh kakak laki-laki tertua dari calon mempelai perempuan. Keunikan dari “ayam jantan” ini adalah rokok yang ada di paruhnya harus sesuai dengan rokok kesukaan kakak tertua laki-laki dari calon mempelai perempuan. Nah proses ini gak bisa asal tanya, namun perlu telepati yang dilakukan ke dua pihak keluarga.
Besarnya belis (baca = mas kawin) bisa mencapai puluhan juta rupiah, gading gajah, emas dan barang-barang purbakala.

Oleh Martyastiadi





The Farmer’s…Radionya orang tani Boawae

30 11 2005

Radio Komunitas The Farmer’s
Terletak di Kec. Boawae Kab. Ngada, NTT. Radio Komonitas ini melayani 80% pendengarnya yang mayoritas petani… Dengan tegak berdiri, memancarkan informasi pertanian yang mendukung pertanian organik…
The Farmer’s memberikan posisi tawar petani lebih kuat, dengan up-date harga-harga komoditi pertanian di pasar, sehingga tidak “tertipu” oleh tengkulak.
Seluruh masyarakat terlibat dalam pengelolaan radio komunitas ini, baik dari petani itu sendiri, akademisi, pelajar, dan juga dari pegawai puskesmas.
Selain mengangkat isu pertanian, radio komunitas ini juga menyiarkan informasi pendidikan dan kesehatan. Dalam program acara kesehatan tersebut para dokter dengan giat melakukan dialog tentang kesadaran kesehatan keluarga. Sedangkan untuk program siaran pendidikan, The Farmer’s berkerjasama dengan NTT PEP – AusAID menyiarkan program siaran pendidikan “Sahabat Sekolah”…
Dalam sehari Radio Komunitas The Farmer’s mengudara 15 jam, dan peran serta masyarakat sangat kuat…

Informasi lain tentang radio ini silahkan kirimkan email ke alamat Martyastiadi

Oleh Martyastiadi





Flores….. Aku simpatik padamu

30 11 2005

Flores………..

Flores adalah sebagian kecil dari sebuah untaian tempat manusia menepakkan kaki.

Flores adalah tempat bernaung anak-anak bergembira-ria dalam pelukan dan balutan keterbebasan polusi udara, kedamaian hati ibu pertiwi serta keindahan terumbu-terumbu karang yang mengganga penuh harap akan kelestariannya.

Flores adalah susunan batu-batu adat yang menopang tegaknya budaya masing-masing rumah adat.

Flores adalah kedamaian tiada tara dengan hamparan pegunungan yang panas dan dingin.

Flores adalah salah satu tempat dengan beribu-ribu anak putus sekolah.

Flores adalah hatiku yang pilu oleh kekuasaan “Jawa” yang menganak-tirikan kenikmatan bersekolah bagi tunas bangsa di tanah Flores.

Flores adalah bunga karang yang mekar tanpa siraman air.

Flores adalah ajang perlombaan pejabat mencari “hak” yang sejatinya milik anak-anak yang putus sekolah.

Flores adalah sebagian kecil dari titik-titik air mataku dan tidak akan pernah terusapkan oleh iming-iming kenikmatan bersekolah.

Flores adalah api yang membakarku untuk segera menyesali ketamakanku akan kenikmatan pendidikan yang aku nikmati di “Jawa”.

Flores adalah darah yang mengalir dalam setiap rongga-rongga di tubuhku yang mulai membusuk akan kesedihan dan hasil kenikmatan pendidikan di Republik Jawa.

Namun
Flores akan kembali bersinar.
Flores akan melahirkan tunas bangsa yang siap membangun tanah pertiwinya.
Flores akan menunjukkan keindahan bunga karang yang tak akan tertandingi oleh bunga apapun.

Dan
Flores marilah tawarkan kenikmatan akan pendidikan.
Flores marilah ajak leluhurmu untuk “bersekolah”.
Flores marilah bersama bermufakat dan berencana akan kemajuan murid-murid Sekolah Dasar.

Jagalah agar…
Flores tidak lagi menangis karena tidak ada temanmu lagi yang putus sekolah.
Flores tidak lagi bersedih karena matahari berpihak padamu.
Flores tidak lagi merasa paling rendah.
Flores tidak lagi mengeluh.

Serta
Flores adalah bagian dari nusantara yang terindah dalam hidupku ini..
Flores adalah penyumbang semangat terbesar bagi kemajuan bangsa ini.
Flores adalah damai.
Flores adalah sekolah.
Flores adalah batu-batu budaya.
Flores adalah cinta kasih.
Flores adalah kita semua.

Ende, 11-11-05
Dalam pencarian makna “nikmat belajar”…
G’penk……… yang sedih atas kesombongan pendidikannya di Republik Jawa

Oleh Martyastiadi