“G’PENK”
Seluler memperkenalkan dia ditelingaku
Angin berkata pada hati kalau dia baik tapi mungkin juga tidak.
Dengan sayap sahabat aku tertawa menelusuri ruang
Waktu dan duduk dalam rahasia yang enggan pergi sampai
Tawanya nyata ku lihat,
Ketika, sang ciptanya menerbangkan aku menemuinya di keramaian nafas-nafas baru.
Kurus,tinggi dan sedikit jahil kelakuannya,
Menampar kekakuanku di awal tatap.
Dan akhirnya aku mengerti dia memang
“GEPENG”
Unik karya-karyanya seunik karya Kausa Prima dalam nafasnya
Itu talaenta!
Hobby, atau otodidak…..???
Jawaban datang menjemput tanya, jujur tak’ munafik, apa adanya.
Dengan ketulusan mencari tempat dihati untuk terus dikenang,
Sebagai jiwa yang tak’ gepeng sekalipun dia “gepeng”.
Ada senyum yang slalu menari menghibur kesedihan.
Ada tawa yang slalu memukul kejenuhan,
Ada ejekan yang slalu menggores keseriusan
Karena dia “G’PENK”
Dia tak’ begitu terang dilihat dan akalku
tapi aku tahu kebaikannya cukup mewakili rahasianya.
“G’PENK” Gayanya Enak Penuh ciNta keagunGungan Khalik.
Sekalipun terbatas dan penuh kelemahan.
Itu real dan aku tak’berbohong.
Dia G’PENK” tapi tak’ gepeng
Untukmu sahabat jahilku mas”GEPENG”
ENDE,11 MARET 2006

LOLA-maelkem@yahoo.com
