
Sudah lama kami merindukan senyumanmu sahabat… Tak lupa ketika kamu bersorak gembira bersama seluruh isi Pondok. Pancaran mata sahabat tercinta ini memberikan rasa aman, saat beliau menjabat menjadi Ketua Suku MAPASADHA. Tidak terlalu baik dan buruk yang kamu lakukan, namun bagi kami, sahabat telah mengisi buku harian Pondok MAPASADHA. Menorehkan semangat, catatan perjalanan, gelak tawa yang meledak, menangis bersama seisi Pondok MAPASADHA.


4 hari kedepan (20 Maret 2006) kami akan mengenangmu dalam peringatan 100 hari meninggalmu. Tidak ada lagi air mata yang tertumpah, sedih adalah masa lalu, kini yang ada hanyalah harapan hidup damai bagimu di sisi Bapa.
Sahabatku perjalananmu sungguh indah, hiasan hidupmu memberikan makna bagi kami yang masih diberi waktu bertobat di dunia ini. Jiwa menolongmu mengajak kami untuk meneladanimu sahabat.

Tilik (rambut warna pirang) saat evakuasi korban Tsunami Aceh Maret ‘05
Semangat tak mengenal putus asa-mu mengajari kami arti bertahan dalam hidup. Kami belajar dari detik demi detik, langkah demi langkah yang kamu jejakkan, memberi tanda bagi kami untuk selalu berusaha dalam hidup. Terima kasih sahabat…

Saat Tilik menjadi LONTA MAPASADHA tahun 2000 Shio Naga (Angkt XIX/ 521)
Suaramu yang keras tidak menunjukkan dendam dan murka…suaramu melantangkan persahabatan sejati… Tanda kasih yang terhingga darimu untuk kami….
Selamat jalan sahabatku… Hidup damai bersamamu di rumah Bapa… Amien



