Longsor 01 “Jembatan Nangapanda Putus”

2 03 2006

Bukanlah sekali saja tanah longsor terjadi dan tidaklah heran bagi penduduk dan pengguna jalan di daratan Flores….apalagi musim hujan seperti waktu-waktu ini… Bahkan sudah tertanam dalam benak pengguna jalan di lintas Flores ini, musim hujan adalah musim tanah longsor sekaligus musim bermalam di tengah hutan….ya tentu saja karena jalan terputus, lebih jelek lagi harus membatalkan perjalanan dan memutar balik kendaraan kembali ke garis start. Begitulah yang terjadi pada diriku…. Celaka memang celaka….jembatan di Nangapanda yang seharusnya kami lewati ternyata telah raib tersapu banjir. Nangapanda adalah perbatasan antara kabupaten Ende dan Ngada. Menunggu adalah pilihan terbaik, karena besuk siang aku harus merekam ibu-bapak guru menyanyi di Bajawa…wah gak bisa ditunda jadwal itu!! Tunda = berantakan semua jadwalku….wah…wah… Di tepi sungai kami hanya bisa menunggu dan melihat luapan sungai Nangapanda yang lumayan besar. Di 19.00 wita, udara berubah menjadi dingin sekali, akhirnya daripada lemes kedinginan dan kelaperan, kami putuskan kembali ke Ende. Penduduk di sekitar jembatan yang putus sudah berjanji akan mengusahakan membuat jembatan darurat kalau air sudah surut…. Ok…kami pulang dengan perasaan berdebar-debar. Kami buat rencana, besuk pagi pukul 08.00 wita harus mulai start kembali menuju Bajawa. Perjalanan normal memakan waktu 3,5 jam….tapi dengan keadaan putus jembatan, kami prediksikan perjalanan akan lebih lama….ya…tentu saja karena harus mengantri…..Pagi harinya kami berangkat dari Ende 08.15 wita, tentu saja masih dengan amunisi untuk rekaman, dari mulai mixer audio, audio processor, microphone sampai tetek bengek lainnya… Setiba di Nangapanda, jembatan darurat sudah terpasang kokoh, walau terbuat dari balok kayu, tapi aku yakin bisa menahan berat mobil yang kami tumpangi. Kami menunggu antrian menyeberang ke sisi lain di seberang sungai Nangapanda… Hehehehe menunggu dan menunggu lagi…. Akhirnya giliran kami harus melewati jembatan darurat itu… Sebelum lewat, kami didatangi oleh 2 penduduk yang berjaga di jembatan darurat…yaaa yaaa…kami harus membayar Rp. 50.000,00 untuk melewati jembatan darurat itu….. Ok, gak ada pilihan aku harus sampai Bajawa sebelum pukul 14.00 wita. Kubayar Rp. 50.000,00 dengan senyuman manis pada si pemungut bea jembatan… Mobil dengan penuh hati-hati dikendalikan Om Nelis (sopir yang menghantarku)…. dan begitu lepas dari jembatan darurat ini, aku meminta Om Nelis untuk tancap gas…. Kejar 2,5 jam sampai Bajawa….ya karena jamku menunjuk angka 11.00 wita. Akhirnya sampailah di Bajawa pukul 13.15 wita…. Syukur….pertama kuucapkan terima kasih Om Nelis, sopirku yang membawaku dengan slamat dan super fast…. Puji Tuhan……
Oleh Martyastiadi


Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: