“Desi Bebekku”…..si Honda Grand 1992

10 03 2006
    ________Sahabatku yang satu ini_________
    termasuk yang setia menemaniku kemana aja

    Foto di suatu sudut pandang 30 menit sebelum Larantuka –
    Sebuah petualangan Ende-Larantuka, Nov 05

“Desi Bebek” begitulah aku panggil…inspirasi nama ini aku ambil dari film kartun & komik “Donald Bebek” yang aku gemarin diwaktu kecil. Dari beberapa motorku, “Desi Bebek” paling lama menjadi “tumpakanku” (kendaraan)…dari September 1999 sampai sekarang dan bahkan menjadi hartaku yang punya daya jelajah paling jauh, yaitu sampai Pulau Flores. Dibandingkan “si Belalang Tempur” Honda GL Pro thn 1990, yang hanya bersamaku selama 3 tahun dari Juli 1996 sampai Juni 1999, yang kemudian aku jual karena sudah “menderita” sakit dalam yang sudah sembuh dan menular ke organ-organ lainnya. “Si Belalang Tempur” hanya punya jelajah sampai Pulau Bali, dan itupun merepotkan, karena harus ganti kabulator di Singaraja….. Ya…gara-gara kabulator pecah, akhirnya penjelajahan untuk ekpedisi P. Bali dipersingkat, maklum dana operasional dah menipis gara-gara beli kabulator baru…. Sedih tapi lucu… Awal Juli ’99, untuk menggantikan “si Belalang Tempur” aku membeli Yamaha RXZ, impianku pingin jadi pembalap jalanan. Namun mimpi hanya mimpi, ternyata uang sakuku gak kuat memenuhi kebutuhan bensin dan oli samping yang boros sekali…..hehehehe… 2 minggu aku pake RXZ ini, setelah itu aku harus “tidurkan” di garasi, karena aku harus kerja praktek di Pupuk Sriwijaya, Palembang. Selama 3 bulan di Palembang, aku selalu kangen dengan kebiasaan berkendaraan. Akhirnya waktu pulang yang kutunggu tiba….senang sekali rasanya….bisa pulang dan naik motor lagi.
Sesampai di Yogya, kembali aku berkelana dengan RXZ-ku (belum kuberi nama, karena belum mesra banget hubungan kami), tapi kembali lagi aku pusing bin mumet, uang sakuku 1 bulan habis dalam waktu 2 minggu, hanya untuk membeli bensin dan oli samping.
Atas nasehat mendiang Ibunda, motorku (RXZ) aku jual…..daaannnnn akhirnya hatiku jatuh pada Honda Grand thn 1992 yang sampai kini masih kukendarai.

    Foto di KM13 jalur Ende-Maumere, Maret 2006

Saat aku masih di Yogya, “Desi Bebekku” selalu aku pakai berkelana, baik waktu naik gunung, cave eksploring di Pegunungan Gunung Kidul. Dan kini kuajak dia bernostalgia bertualang di pegunungan sepanjang dataran Flores. Walau baru dari Ngada sampai Flores Timur…
Terima kasih sahabatku…teman perjalananku yang setia….


Aksi

Information

One response

2 12 2009
wienn

Salam kenal mas….

Grand 92 kok udah berbuntut ya? monggo mampir mirsani Grand 92 kawulo hehehehe
maturnuwun

http://wienn.multiply.com/photos/album/24/H_6436_WY_

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: