Misteri akan angan-angan kota kenangan

5 05 2006

Di sudut jalan setapak kuhentikan langkahku yang tak pernah berhenti mencari kedamaian… Kupandang satu titik yang membuatku menjadi sangat kehilangan keseimbangan berpikir. Aku terjerumus masuk dalam sebuah angan tentang keindahan, kenyamanan dan kedamaian suatu tempat dimana aku menjadi besar dan besar. Kota ini menjadi saksi bisu dari proses merangkak sampai bisa berlari…..
mmmm…aku hanya bisa menghela nafas.
Kurang ajar….aku menjadi sangat sentimentil….anganku membawaku berkeliling sudut-sudut jalan di kota Gudeg…. Kusadari….memang berat….ya berat sekali….bahkan aku seperti gak mampu mengangkat beban angan ini…..

“Penk….Penk…..sudahlah buang jauh-jauh anganmu itu, buat apa terlalu jatuh dalam anganmu yang jauh itu,” kata kekasih hatiku yang sudah lama menempelkan kepalanya dipundakku menyadarkan lamunanku tentang kota Yogya..
Wah….shit!!! aku semakin dalam terjebak dalam lamunan…. Kurang ajar!!!!…. Anganku semakin menggila, kubayangkan belahan hatiku ada sampingku mendampingi.

Yogya….ya ya Yogya…..

Dengan Tugu yang menjulang di utara, memberikan ciri khas tersendiri bagi kota ini. Ya….kota yang menjadi saksi bertumbuh kembangnya diriku yang hina ini….
Kebanggaanku akan Yogya memang tidak mudah luntur oleh terjanan badai jenis apapun… bahkan badai Monica yang katanya hebat gak akan merubah kecintaanku pada Yogyakarta…yang juga sering disebut Ngayogyokarto Hadiningrat dengan pucuk pimpinan Sri Sultan Hamengkubuwono……sosok wibawa yang masih dihormati oleh kebanyakan warga Yogya.

Di titik 0 kilometer…. sebuah jantung Yogya yang gak pernah sepi…. Dan susah sekali titik ini dibuat sepi…..dibikin gak ada orang…. Wah….. berani taruhan kalau kamu bisa….. Dari 00.00 – 24.00 wib pasti ada saja yang bisa dilakukan warga maupun pendatang yang ada di sekitar titik 0 km….

  • Detakan jarum memberi petunjuk bagi setiap orang yang melewatinya… Betul sekali!!! Ngejaman namanya, sekitar 300m ke utara dari 0 km…. Sebuah tanda jaman dari dahulu kala… bahkan dari masa negara ini belum terbentuk.

    Ketika aku tersadar dari anganku…..kutuliskan perasaan ini dalam sebuah kertas beberapa kalimat dengan spidol warna merah jambu dan dengan huruf besar tebal….

    “AKU KANGEN JOGJAKU…..AKU NYAMAN DALAM PELUKAN KEKASIHKU…….AKU CINTA NAFSUKU UNTUK NGOBROL DALAM DIALOG BUDAYA DI KOPI JOSS…..AKU INGAT TEMAN-TEMANKU…..AKU RINDU BERSAMA KAWAN JALANANKU…….”
    AKU KANGEN JOGJAKU…………

    Salam hangat dari kaki G. Kelimutu,

    G’penk van Piyik
    “menunggu saat yang tepat untuk kembali bersama Yogyaku tercinta”


    Aksi

    Information

    One response

    17 06 2006
    yany

    wah…keren juga rangkaian kata yang tertulis…bener bener puitis banget…
    Kapan balik ke Yogya???
    Jangan lupa bawa oleh2 pesananku yo

    Tinggalkan Balasan

    Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

    Logo WordPress.com

    You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

    Gambar Twitter

    You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

    Foto Facebook

    You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

    Foto Google+

    You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

    Connecting to %s




    %d blogger menyukai ini: