SDI Nanganio, Maurole

30 05 2006

Sebuah catatan perjalanan dari kecamatan Maurole 08 – 10 Mei 2006

Adalah Maurole, sebuah kecamatan pesisir pantai utara di 70an kilometer sisi utara wilayah kabupaten Ende. Dengan jarak tempuh kurang lebih 3 jam perjalanan menggunakan mobil 4 wheel-drive, perjalanan dengan penuh gelombang aspal, lubang dan batu.

Derai tawa anak-anak kecil sudah terdengar dari sudut pagar sebuah sekolah yang disebut SDI Nanganio yang terletak di bibir pantai utara pulau Flores, kabupaten Ende. Pagi itu aku datang untuk melakukan beberapa liputan dengan murid-murid, guru-guru, kepala sekolah dan komite sekolah dari beberapa SD di wilayah Maurole. Panas yang menyengat memberikan tanda bahwa aku telah sampai di pesisir pantai utara yang cukup terkenal dengan ilmu magis-nya. Perasaan senang juga sejenak muncul dibenakku karena selesai sudah perjalanan yang melelahkan menuju tempat ini.

Aku langsung berjalan menuju kelas 1, menemui Heronimus Wea atau yang sering aku panggil Om Ron, yang masih bersama murid-muridnya yang aktif. Mataku tertuju pada pajangan hasil karya penghuni kelas 1 yang kreatif.

Om Ron sudah cukup lama membimbing di kelas satu, perubahan suasana di kelasnya memberikan semangat bagi Om Ron untuk selalu mem-fasilitasi murid-muridnya. Terlebih setelah pencanangan KBK (Kurikulum Berbasis Kompetensi), dimana murid diarahkan menjadi aktif, guru hanya jadi fasilitator dan tentu saja metode pembelajaran yang menyenangkan. Selain menjadi guru kelas 1 di SDI Nanganio, Om Ron juga anggota TPIK (Tim Pelatih Inti Kabupaten) NTTPEP – AusAID untuk kabupaten Ende. Di tahun 2003, Hironimus Wea juga mengikuti studi banding ke sekolah-sekolah dasar di Australia selama 3 bulan. Om Ron di Australia, tidak hanya melihat metode pembelajaran, namun juga melakukan praktek mengajar dan memfasilitasi murid-murid di kelas.

Hironimus Wea selalu mengajak murid-muridnya untuk belajar dalam suasana yang menyenangkan, belajar sambil bermain. Metode ini cukup memberikan progres yang mengembirakan, anak tidak takut pada pelajaran matematika, namun malah menyenanginya….ya tentu saja karena metode belajar yang menyenangkan.

Murid-murid selalu bersemangat untuk belajar bersama Hironimus Wea, proses pembelajaran di kelas yang sistematis dan menyenangkan. Selain itu, Hironimus juga selalu memberikan penghargaan pada setiap muridnya yang aktif atau bisa memjawab pertanyaan. Penghargaan itu berupa tanda bintang disamping nama murid pada papan penghargaan di samping kelas bagian depan.

Namun menurut Om Ron, selain tanda penghargaan, mereka (murid) kadangkala juga mendapatkan tanda pelanggaran, yang biasa diberikan bila murid mengganggu proses pembelajaran di kelas, berkelahi dan lain-lain. Hal ini dimaksudkan sebagai bahan evaluasi diri bagi murid-muridnya. “Mulai dari kecil, murid diajak untuk bertanggungjawab dan mendapatkan haknya untuk dihargai,” kata Hironimus menjelaskan
Bel tanda pulang sekolah bagi kelas 1 telah berbunyi, murid-murid kelas 1 segera berkemas-kemas, berdoa dan berebutan keluar kelas setelah mengucap selamat siang bagi Om Ron dan aku.


Hironimus Wea tinggal di perumahan guru yang terletak di kompleks SDI Nanganio.

Sepulang dari kelas, kami segera menuju rumah Om Ron yang berjarak 300 meter dari kelasnya. Kumulai membuka pembicaraan dengan suasana di kelas Om Ron yang barusan aku lihat tadi…..lama-kelamaan kami mengarah ke pembicaraan metode penerapan KBK di kelas untuk wilayah gugus Maurole. Metode-metode yang sudah dilakukan guru-guru ditiap sekolah di gugus Maurole. Tentu saja aku tak lupa dengan amunisiku, Voice Recorder dan laptopku yang sudah mulai penuh dengan file-file suara..


Hironimus Wea (Om Ron)

Setelah beberapa jam kami ngobrol tentang penerapan metode pembelajaran di kelas, lalu munculah ide untuk bakar ikan…. Wah ide yang cermelang….akhirnya kami patungan (iuran) untuk membeli beberapa ikan. Terkumpullah 45 ribu rupiah… Om Don “Botak” pergi ke pantai untuk membeli ikan pada nelayan yang baru aja berlabuh. Tak lama kemudian Om Don “Botak” sudah kembali ke rumah Om Ron dengan membawa beberapa ikan besar dan kecil…. Wah…ini akan menjadi sore yang menyenangkan di pinggir pantai Maurole..

1 ekor ikan kakap merah besar = 15.000 rupiah

Syamsuri (murid kelas 6 yang tinggal di pondokan sekolah {baca di Pondokan Sekolah}) bertugas membersihkan ikan

Setelah semua siap, akhirnya kami makan bersama, Om Ron, Om Don, Om Yucun, Ai, G’penk dan anak-anak kelas 6 yang tinggal di pondokan sekolah (baca di Pondokan Sekolah)… Heeemmmmmmmmm ikan bakar yang lezattttt…. asli dari pantai Maurole lhoooooo…….

Bersambung ke Pondokan Sekolah SDI Nanganio……..

Salam hangat dari daratan negeri bambu, Flores,

G’penk van Piyik


Aksi

Information

10 responses

30 05 2006
simbah

wah acara mendem me ndi kie kok ra diposting
wedi ndak didukani garwo yooo….. hehehehhehehe

30 05 2006
G'penk

wah….jo mbukak wadi dab……. iso didukani tenan ki…
Koe ra konco tenan….

Buat calon garwo….. Simbah ki ming ngapusi kok….tenan kui…mbok sumpah……aku ra nganggo acara mendem kok…..ra pake mabuk….. serius kui….. ming icip-icip sitik wae kok….nggo formalitas….

10 08 2006
ariekoer

Gambare ikan bakar sing wis dibakar endi Penk? Marai ngelih …

5 11 2007
RFischer

Just a thought, what does everyone think about pulling the #11,#14, and #16 fuses prior to
tuning with the Diablo. I tuned my Rt with the diablo and didn’t notice much difference, a little
but not much. Then I pulled the fuses and re-tuned it and WOW what a difference. I thought
about it and it makes sense to me. 😦

8 02 2008
ida

mas, nice
aku minta salah satu gambarnya yah,😉

26 02 2010
Betty_Inggrita

Wah,,,jd ingt masa skolah dlu…

q tamatan SDI nanganio-maurole neh…

slm bwd Guru2nya…

26 02 2010
Betty_Inggrita

Aduuuhh..kangend sama Pak Hero..
msh ingat,,waktu beliau pulang dari Australia, aku & beberapa tmn lainnya mendapat oleh2 gantungan kunci berbentuk kangguru..
skrg sdh lama tdk ketemu, krna org tua pindah tmpt kerja…

26 10 2010
LUSI

salam kenal… jauh skali tugasnya yaaa
pasti banyak pengalamannya.
di tunggu info berikutnya.

26 10 2010
martyastiadi

salam kenal juga…. terima kasih sudah mampir di blog saya dan memberikan komentar…. foto2 diatas saya ambil 4 tahun yang lalu, saat ini sudah kembali ke kota Jogja tercinta untuk sementara…

Matur tengkyuuu.

Salam hangat dari nDalem Gepengan,

G’penk

28 02 2012
yanthi

saya suka tehnik mengajar yg digunakan Hironimus Wea (Om Ron). jadi siswa sangat aktif d kelas. mmmm klau cuma dekat bs berburuh ilmu nii sama Hironimus Wea (Om Ron),

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: