Akhirnya Malaria Tropikana masuk ke dalam tubuhku…

26 05 2007

Sore itu 17 April 2007, setelah aku bermain pingpong, badanku terasa sangat lemah… Tidak seperti biasanya, badanku akan segar setelah bermain pingpong. Setelah aku mandi, semakin lemah kurasa dan akhirnya aku putuskan untuk ke dokter untuk berobat. Dengan senyuman bersahabat, dr. Roby menyapaku. Tak lama kemudian tangannya sudah mulai beraksi dengan peralatan dokternya di atas perut dan dadaku. Tekanan darahku mulai dihitung…….yaaaa urutan-urutan itu sudah hafal dalam ingatanku, maklum aku telah menjadi pasien tetap dr. Roby. Setiap aku “mengunjungi” beliau selalu pulang dengan membawa sekantong plastik obat malaria.

Angka di jam tanganku sudah menunjukkan pukul 20.35 WITA, dan akupun baru saja tiba di kamarku dengan lemah. Ku mulai minum obat “oleh-oleh” dari tempat dr. Roby, tibalah saatnya meminum pil kina yang pahit dan ampuh menahan serangan malaria jenis Viva. Malam  di kota Ende mulai mencekam dan badanku mulai menggigil…aku demam tinggi…. aku mulai mengigau. Wah, tidak biasanya aku terserang Malaria seperti ini, jangan-jangan ini bukan malaria Viva yang biasanya tidak separah ini kurasakan.

Kupaksakan untuk tidur namun sayang rasa sakit lebih  menguasai tubuhku. Demam semakin tinggi, goyangan tubuhku semakin kencang… Entah kenapa akhirnya aku tertidur juga…. mungkin terlalu capek “bergoyang”.

Pagi itu, aku merasa sangat lemah. Kepalaku seakan_akan mau lepas, tubuhku masih panas sekali, demam, demam dan demam. Wah….. kali ini aku yakin bahwa sakit yang ku derita ini bukan malaria biasa seperti Viva.. Setelah makan pagi dan minum obat aku tidur lagi… Aku pikir mungkin nanti siang demamku akan berkurang.

12.08 WITA, Albert teman sekantorku sekaligus tetangga kost datang membawakan sebungkus nasi campur kesukaanku.  Aku dalam hati b’syukur, karena bisa makan nasi campur kesukaanku… Sesendok dua sendok nasi itu aku makan… namun aku tidak merasakan apa-apa… Wah edan iki…. aku sudah mati rasa…. artinya sakitku sudah parah…

Aku mulai kalut…. bingung….. akhirnya aku putuskan ke Rumah Sakit… Sore itu 18 April 2007, dengan bantuan Albert dan beberapa teman kantor, aku dibawa ke UGD RSUD Ende. Setelah diperiksa beberapa saat, tak lupa darahku juga diambil untuk tes darah. Di kamar UGD yang sederhana dan agak kotor, aku hanya terdiam lemas sambil melihat jenasah di sampingku yang meninggal gara-gara mabuk minuman keras dan nabrak pohon… Wuiiikkkk…. darahnya yang menetes terus mbikin aku tambah pusing.. Satu jam sudah aku menunggu dan akhirnya dari hasil tes darah, aku dinyatakan “positif” terserang malaria Tropikana ato dalam istilah medisnya malaria Phasifarum…. Dan aku harus di rawat inap (opname) di RSUD Ende… Akhirnya teman2ku sibuk untuk mengurus kamar…. Semua kamar kelas 2 ke atas (kelas 1, VIP dan Pavilium) penuh…. Akhirnya malam pertama saya dititipkan dulu di bangsal kelas 3.

Ku pasrahkan jiwa dan ragaku pada yang diatas….

ugd-ende-1.jpg

Setelah sekian lama menunggu, aku mulai dipersiapkan menuju bangsal kelas 3 Penyakit Dalam….

ugd-ende-2-edited.jpgbangsal-2-edit.jpg

Sesampai di bangsal, ternyata tempat tidur yang akan aku pakai belum siap, akhirnya aku harus menunggu lagi…. 30 menit menunggu, akhirnya tempat tidurku siap dan aku dibaringkan di pesakitan tersebut. Beberapa menit kemudian tubuhku diberi obat melalui suntikan di infusku… Woooow perihnya bukan main ketika obat tersebut mulai menjalar melalui jaringan darahku dan tak lama kemudian aku lemas tertidur dan serasa tak sadarkan diri…..

bangsal-3-edit.jpg

Hari berikutnya, aku dipindahkan ke ruang Paviliun Melati dan menjalani pengobatan sampai tanggal 23 April 2007 di ruangan tersebut. 23 April 2007 sore aku sudah diperbolehkan pulang dan tetep menjalani rawat jalan. Setiap minggunya aku harus tes darah di RSUD untuk mengetahui perkembangan kondisi darah dan meminimalisasi serangan malaria Tropikana..

Beginilah sedikit cerita tentang pengalaman sakit akibat gigitan nyamuk penyebar malaria Tropikana. Aku cukup beruntung karena tidak terlambat masuk UGD…. Kalau saja aku terlambat 1 hari maka bisa berakibat fatal, sembuh dengan gangguan otak atau bahkan meninggal. Memang malaria Tropikana ini menyerang otak.

Terima kasih Tuhan, Engkau  masih memberikan kesempatan padaku untuk hidup..

Salam hangat dari kaki G.  Kelimutu, Ende Flores….

G’penk Martyastiadi


Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: