Diriku

Lahir di desa kecil Parung Kuda, Kecamatan Cicurug, kabupaten Sukabumi.
Besar di kota Yogyakarta, menimba ilmu di Kota Gudeg juga, kecuali saat SMA mencoba mandiri dengan hidup berbagi dengan sesama dalam asrama Van Lith di sebuah kota kecil di lereng G. Merapi, Muntilan. Menyelesaikan pendidikan tinggi selama 8 tahun, dan sekarang masih mengabdikan diri pada pendidikan khususnya pendidikan dasar di Ende Flores, Nusa Tenggara Timur.
Ayah – Ibu masing-masing guru, namun tanggal 24 Februari 2004, ibunda meninggal dunia. Hati sedih karena tidak bisa menemani Ibunda saat berhadapan dengan maut, Timor Leste menjadi wadah tetesan air mata.

…:::”Martyastiadi”:::…

Aku hidup bagaikan burung dengan tujuan yang sudah saya rencanakan….
Aku punya mata yang siap meneliti setiap angan yang saya temukan……
Aku bagaikan sebuah debu yang bisa terbang ke mana-mana tanpa ada yang menghalangi….
Aku bisa menjadi debu yang menyakitkan dan juga debu yang menyenangkan….
Aku hidup…..
Aku bernafas….
Aku bicara

Oleh Martyastiadi

Theresia

Kekasih hatiku yang selalu setia……
Terima kasih telah menemani hidupku ini…
Terima kasih telah memberikan semangat dalam melangkahkan kakiku…
Terima kasih karena aku sudah boleh mencintaimu….
Terima kasih karena aku telah kau cintai….
Selalu dalam senang dan duka

Oleh Martyastiadi




%d blogger menyukai ini: